BREAKING NEWS :
Memuat.....
Jangan Sampai Terlambat untuk Registrasi SIM Card, Jika Terlambat Beginilah Konsekuensinya

Jangan Sampai Terlambat untuk Registrasi SIM Card, Jika Terlambat Beginilah Konsekuensinya

JanganBingung.com - Masyarakat Indonesia terus diimbau oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika agar tidak melakukan registrasi kartu seluler prabayar sebelum batas pendaftaran. Yang mana proses registrasri tersebut telah berjalan sejak 31 Oktober 2017 dan berakhir pada 28 Februari 2018 mendatang. Jika tidak segera melakukan registrasi SIM Card maka konsekuensinya layanan telekomunikasi akan terblokir.

Pemblokiran tersebut akan dilakukan melalui tahapan-tahapan yang ada seperti dikutip dari detikinet, Rabu (21 Februari 2018).

Tahap pertama, pemblokiran dilakukan untuk layanan telepon dan SMS keluar, namun pelanggan masih bisa menerima telepon dan SMS masuk serta mengakses internet. 

Tahap kedua, layanan telepon dan SMS masuk dan keluar diblokir, pelanggan hanya bisa menggunakan layanan internet.

Tahap terakhir, layanan telepon dan SMS baik masuk dan keluar serta layanan internet tidak bisa digunakan, jika pelanggan belum juga melakukan registrasi ulang.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli kembali memberikan penekanan kepada masyarakat beberapa hal berikut, yaitu:

1. Pelanggan dan siapapun diingatkan agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak.

2. Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum.

3. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di-upload oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di internet.

4. Tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan ponsel yang hilang.

Lantas bagaimana cara registrasinya?

Ada berbagai cara melakukan registrasi prabayar bagi pelanggan lama dan baru ini. Masyarakat bisa melakukannya sendiri dengan cara mengirim SMS ke 4444 sesuai dengan format masing-masing operator seluler. Selain itu, bisa melalui website dan call center operator. Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan registrasi dengan mendatangi gerai masing-masing operator seluler. Persyaratannya sama, menyertakan informasi NIK dan KK, tidak perlu mengungkapkan nama ibu kandung yang dinilai riskan untuk dibeberkan.

JANGAN TERLEWATKAN :


Sudah melakukan registrasi tapi masih mengalami kendala

Bagi masyarakat yang mengalami kendala saat melakukan registrasi prabayar. Diimbau untuk mengecek kembali nomor NIK dan KK yang akan digunakan mengikuti format sesuai dengan operator masing-masing. Jika mengalami kegagalan dalam proses registrasi. Kominfo menyarankan agar pelanggan seluler untuk menghubungi Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat. 

Berikut caranya seperti dihimpun oleh Kominfo:

1. Pelanggan harus memastikan bahwa data identitas diri yang tertera di Kartu Keluarga dan KTP-el sesuai dengan data pada Ditjen Dukcapil.

2. Jika NIK dan nomor KK tidak sesuai database kependudukan Ditjen Dukcapil, pelanggan bisa menghubungi: call center dukcapil, email, akun media sosial.

Nah, tunggu apalagi... Bagi pembaca setia janganbingung.com yang belum melakukan registrasi SIM Card buruan didaftarkan. Jangan sampai terlambat, jika terlambat makan Anda tidak dapat menikmati lagi layanan telekomunikasi, mulai dari telepon, SMS, hingga internetan, yang akan diblokir total pada 28 April 2018.