Facebook Terancam Kena Hukuman Pidana Dan Denda Senilai 12 Milliar Rupiah Di Indonesia

Facebook Terancam Kena Hukuman Pidana Dan Denda Senilai 12 Milliar Rupiah Di Indonesia

JanganBingung.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) bersiap untuk menindak lanjuti kasus yang sedang menggandrungi pihak Facebook. Rudiantara mengaku sudah menindaklanjuti kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

"Saya telepon Facebook minta dua hal, pertama tolong cek kepastian berapa data pengguna Facebook Indonesia yang menjadi bagian itu (penyalahgunaan), rupanya sekarang ada 1 jutaan," ucap Rudiantara.

Selain daripada itu Rudiantara, meminta pada Facebook bahwasannya harus mematuhi peraturan Menteri tentang data pribadi dengan baik, jika tidak maka akan ada 2 Hukumannya.

"‎Sanksi administrasi maupun sanksi pidana, pidana ada dua yaitu hukuman badan sampai 12 tahun maupun denda sampai Rp 12 miliar. Mereka tidak melindungi data pengguna Facebook Indonesia, itu yang kena sanksi," papar Rudiantara.
Ilustrasi Penyalahgunaan Data Facebook
Menurut Rudiantara, penjatuhan sanksi nantinya dilakukan oleh pihak kepolisian, dimana Keminfo memiliki kewenangan memberikan sanksi di dunia Maya seperti penonaktifan.

"Saya berkoordinasi dengan Polri, nanti kalau di proses, akan ada proses di polisi," ucapnya. Skandal penyalahgunaan data puluhan juta pengguna Facebook masih belum usai.

Setelah dikritik oleh berbagai pihak, Facebook akhirnya membeberkan rincian akun penggunanya yang disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. Dalam keterangan resminya, Facebook mengungkap informasi dari sekira 87 juta pengguna telah digunakan secara tidak layak oleh Cambridge Analytica.

Sebagian besar merupakan data pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS) dan Indonesia termasuk tiga besar yang menjadi korban. Sebanyak 70,6 juta akun yang disalahgunakan berasal dari AS, Filipina berada di posisi ke dua dengan 1,2 juta dan Indonesia dengan 1 jutaan akun. Dari total jumlah akun yang disalahgunakan, 1,3 persen adalah milik pengguna di Indonesia.

Negara-negara lain yang juga menjadi korban adalah Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam dan Australia. Namun, Facebook mengaku tidak tahu rincian data yang diambil dan jumlah pasti akun yang menjadi korban.

Facebook juga akan memberikan pemberitahuan kepada pengguna yang informasinya diduga dibagikan secara tidak layak ke Cambrdige Analytica.

"Total, kami yakin informasi dari 87 juta orang di Facebook, sebagian besar di AS, telah dibagikan secara tidak layak dengan Cambridge Analytica," tulis Facebook dalam keterangan resminya.

Akhir kata cukup sekian informasi yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan mohon dimaafkan, untuk keseluruhan saya ucapkan Terima Kasih.