BLANTERVIO103

Kumpulan Puisi Pilihan Terbaik untuk Guru tercinta bikin terharu

Kumpulan Puisi Pilihan Terbaik untuk Guru tercinta bikin terharu
26 June 2019
Kumpulan Puisi untuk Guru bikin terharu - Guru adalah salah satu orang yang paling spesial dalam hidup kita. Dia yang mengajari kita mulai dari belajar membaca, menulis dan membenarkan kita ketika salah. Sudah seharusnya kita berterimakasih kepada guru tercinta yang sudah memberikan ilmunya kepada kita semua. Walaupun dengan memberikan/membacakan puisi ketika perpisahan untuk guru adalah sangat belum cukup, tapi pusi untuk guru ini adalah salah satu ungkapan kita sebagai tanda terimakasih.

Dengan pembacaan puisi ini perasaan kita akan tersampaikan, apalagi jika disampaikan langsung terhadap guru. Misal dalam acar perpisahan, atau acara lainnya. Atau dengan menggunakan surat juga lebih mengena, karena guru langsung membacanya.

Dan ini dia beberapa puisi pilihan yang cukup bikin terharu....

Kumpulan puisi untuk guru tercinta

Doakan kami wahai guru

Guru doakan kami
Doakan agar kami sukses
Menjadi orang yang berguna
Menjadi orang yang membanggakan.

Doamu kami butuhkan guru
Untuk menggapai bintang di langit
Untuk mewujudkan sepotong harapan
Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Guru doakan kami
Masa depan kami masih di ujung asa
Buram tiada warna hitam putih
Doakan kami guru.

Kami ingin menjadi orang sukses
Kami ingin membanggakan orang tua kami dan guru kami
Kami ingin berhasil
Kami ingin menjadi cerita yang selalu di kenang.

Karena itu doakan kami wahai guru
Sebutkanlah nama kami di setiap cerita malammu
Mohonlah pada tuhan semoga kami menjadi bintang terang di ufuk
hitam.

1. Guru adalah Kunci

Guru adalah kunci
Yang membuka wawasan
Kau yang menjadi petunjuk untuk membentuk cara pikir
Kau adalah satu-satunya

Kau bak penggembala
Yang menjaga domba-domba tetap di jalurnya

Kau, guru, membalik halaman
Dari sebuah buku besar
Kau mendidik kami

Terima kasih guruku,
Telah mendidik kami
Dari sekumpulan manusia, engkau istimewa

(Meghana Taylor, Teacher)

Baca juga Kumpulan Cerita Dongeng Nusantara Populer Terbaru

2. Pahlawanku yang Terbaik

Sinaran sang mentari
Tanda tuk memulai hari-harimu
Tak ada kata lelah dari dirimu
Kata semangat yang kau ingatkan kepadaku

Guruku
Jasa-jasamu yang aku ingat
saat aku berputus asa
Perjuangan besarmu yang aku kagumi
Kesabaranmu yang menjadi ciri khas mu

Ohh guruku
Senyum semangatmu
Amarahmu
Kesabaranmu
Yang menjadi tanda kedatanganmu

Ilmumu
Yang telah kau berikan kepada semua anak didikmu
Semoga akan bermanfaat untuk semua orang
Terima kasih guruku
Jasamu akan kukenang selamanya

(Nadia Ayu, Pahlawanku yang Terbaik)

3. Kau Suruh Aku

Kau suruh kudengar hatiku
Namun hatiku tak bersuara

Kau suruh kumenunggu
Namun kutak sabar

Kau suruh kumembaca
Tapi tak ada apa-apa

Kau suruh kuberhati-hati
Memangnya aku gegabah?

Kau menyuruhku jangan menangis
Memang aku harus gembira setiap saat?

Kau menyuruhku untuk menjadi pemaaf
Kau kira itu gampang?

Kau beri tahu aku banyak hal
Tapi saat itu aku tak paham
Kini aku sudah tumbuh, tapi kau tak ada lagi
Dan aku berharap kau masih menyuruh-nyuruh aku

(Imani Miller, You Told Me)

Baca juga : Awal Sebuah Cinta dari Sebutir Apel (Kisah inspiratif islam)

4. Rindu Guru Tercinta

Di keheningan malam yang gelap
kau beriku obor kehidupan
Meski hanya bertahan satu malam
Namun berguna untuk kehidupanku

Di teriknya panas siang hari
Kau beriku keteduhan
Meski hanya sekejap kurasa
Namun selalu kurasakan dalam hidupku

Jasa yang setiap kau lakukan
Tak ubahnya kasih sayang
Tak pernah mengharap balas
Karena kau pahlawan kehidupan

Baru kusadari
Betapa beratnya kau menjadi guru
Butuh waktu dan tenaga super
Karena muridmu kini sudah menjadi guru
Sepertimu…

(Greety Marbun, Rindu Guru Tercinta)

5. Terima Kasih Guru

Terima kasih guru
Berkatmu aku tau aksara
Berkatmu aku paham logika
Berkatmu aku mengerti bahasa.

Terima kasih guru
Jasamu sudah mencerdaskanku
Jasamu sudah membuatku paham khazanah
Jasamu sudah membuatku menjadi orang yang bukan bodoh.

Terima kasih guru
Karena keringatmu
Karena suaramu yang habis
Aku menjadi manusia.

Terima kasih guru
Kami tahu rasa lelahmu mendidik kami
Kami tahu betapa nakalnya kami
Karena itulah maafkanlah kami guru.

Terima kasih guru
Guru terima kasih untuk jasamu
Terima kasih untuk semua yang telah kau beri
Semoga tuhan membalas semua jasamu.

(Rayhandi, Terima Kasih Guru)

6. Kutanya Dia

Kutanya ia,
Mengapa kau amat lembut?
Ia menjawab,
Agar kau damai

Kutanya ia,
Mengapa kau sangat ramah?
Ia menjawab
Agar kau belajar berteman

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu ikut campur urusanku?
Ia menjawab,
Agar kau belajar untuk peduli!

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu sopan?
Ia menjawab,
Agar kau belajar tata krama

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu menyemangati?
Ia menjawab,
Agar kau percaya diri

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu toleran?
Ia menjawab,
Agar kau belajar sabar

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu memaafkan aku?
Ia menjawab,
Agar kau menghargai arti maaf!

Kutanya ia,
Mengapa kau percaya?
Agar kau belajar kesetiaan

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu positif?
Ia menjawab,
Agar kau sadar jika selalu ada harapan!

Kutanya ia,
Mengapa kau selalu sempurna?
Ia menjawab,
Agar kau menjadi sempurna

Lalu kutanya lagi,
Mengapa kau meninggalkan ku?
Ia menjawab,
Agar kau belajar mandiri!

Dengan marah kubertanya,
Lalu mengapa kau membiarkanku memiliki hubungan erat denganmu?
Ia menjawab,
Agar kamu memiliki orang yang bisa menjadi tempatmu bercerita

(Anshul Nayak, Teacher)

7. Pengorbanan Tak Terhingga

Guruku,
Datang di kegelapan
Kau dengan kesabaran
Sirami sikap perjuangan
Oh guruku,
Jasa tak terkira
Pengorbanan tak terhingga
Ku kenang masa

Guruku,
Begitu jasamu
Bagi nusa bangsa
Namamu akan selalu
Dalam sanubariku

8. Jika Kau Bisa Melihat

Jika saja kau bisa melihat seberapa banyak senyum yang kau bawa padaku
Jika saja kau bisa melihat seberapa besar bantuanmu padaku
Jika saja kau bisa melihat seberapa sering kau membantuku

Maka kau bisa melihat bagaimana diriku memilikimu sebagai guru

Kau bantu aku dengan masalahku
Kau bantu aku dengan semua pekerjaanku
Kau membantuku menjadi orang terhormat
Kau membuatku menyadari betapa beruntungnya hidupku

Aku kan selalu bangga mengakuimu sebagai guruku

(Ivory, Guru Sepertimu)

9. Guruku

Oh Guruku,,,
Betapa besar jasamu
Walaupun semua orang bilang,kau pahlawan tanpa tanda jasa
Tanpa mengenal lelah mengajarkan ku
Membuat anak-anak menjadi pintar

Oh guruku,,,
Kau memang pahlawan
Walaupun tanpa tanda jasa
Kau tetap mengajar kan kami
Demi masa depan kami untuk bangsa negara kami
Oh terima kasih guruku

10. Pahlawan Tanpa Jasa
Pahlawan tampa tanda jasa
Adalah guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar

Senyumanmu memberikan semangat untuk kami
Menyonsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluh mu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk Murut-muritnya

Terimakasih Guru
Perjuangan mu sangat berarti bagiku
Tampamu ku takkan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan Do’a untuk mu
Terimakasih Guru ku.

11. Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa Apa-apa, Dan tak bisa Kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan Garis-garis dan kata
Yang dahulu hanya mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena yang kau mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus di baca

Terimakasih guru ku dari hati ku
Untuk semua pejuang pendidikan
Karena pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasip kita bisa berubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulut ku
Di hari pendidikan Nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwa mu
Wahai pejuang pendidikan indonesia.

Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu

Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia

12. Guruku Layaknya Pelangi

Seorang pemberi ilmu itu
Tampak seperti pelangi
Yang kerap mengajari guna ini-itu

Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi

Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf dan suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata, Guru

Guru layaknya pelangi
Yang selalu berkenan
mengajarkan tentang ini itu
Dan selalu memberi motivasi
Agar terus bekerja keras
hingga mendapat buahnya yang manis

Guruku layaknya pelangi …
Yang selalu mengajari untuk berbagi
Yang selalu mengajari
untuk sesama yang membutuhkan
Guruku layaknya pelangi …

(Oleh Najwa Futhana Ramadhani)

13. Sumber Ilmuku

Guru kau adalah sumber ilmuku
Sumber ilmu yang telah lamaku cari dan
Kini telah mengisi perjalanan hidupku
Guru keramahan sikapmu seakan
Mempermudah masuknya berbagai
Macam ilmu yang bermanfaat untukku

yang Haus akan Ilmu
dan akan menjadi sebuah petunjuk
untuk Perjalanan hidupku
Guru saat kau memberikan
ilmu kepadaku Hati
ini mengetahui harapanmu

agar ilmu yang kau Berikan
Akan berguna diperjalanan hidupku kelak
Guru kumerasa terkadang diri ini
telah Mengecewakanmu
Dengan sikapku dan ku belum mampu untuk
Mengendalikan emosi yang ada didalam jiwaku

Guru untuk semua ilmu yang telah kau berikan kepadaku
Kuhanya mampu berterimakasih
Danku berjanji tak akanku mengecewakanmu.

(Oleh Dadenargabisma)

14. Bungaku

Guruku……….
Kala fajar menyising,
Lengan baju turut Engkau singsing
Segala milik yang menyamankan
Rela Engkau sisihkan

Kala mentari beranjak senja
Matapun redup seketika
Semua nama selalu Engkau bawa
Dalam doa dan harapan.

Guruku………..
Berlapis peluh.
Bermodal hati juga pengetahuan
Berbagi kepadaku dan kepadanya
Juga mereka.

Seberkas sinar pagimu
Membuka mata hatiku
Selangkah laju kutuju
Kan kusambut disetiap hariku,

Guruku………..
Tak banyak yang akan ku katakan
Karen tanpa katapun jasamu nyata
Mengalir di seluruh jiwa
Tak ada yang dapat kuberikan
Karena tanpa pemberianpun
Jasamu tetap ada.

Terimakasih guruku…..
Selamanya bagiku…….
Doaku untukmu

(oleh Erina Napitupulu)

15. Guruku yang mulia

Guruku….
Engkau laksana rembulan yang memiliki cahaya yang sangat terang.
Engkau bak matahari yang menyinari bumi sepanjang zaman.
Engkau ibarat malaikat yang membimbing manusia ke jalan yang benar.

Guruku….
Engkau korbankan waktumu untuk mendidik dan mengajar kami.
Tutur kata dan bahasamu yang lembut
Membuat kami merasa nyaman dikala engkau sedang mengajar.

Guruku….
Maafkan lah semua perkataan dan perbuatan kami
yang mungkin telah mengiris dan mencabik-cabik hatimu.

Guruku….
Kami murid mu selalu mendoakan agar engkau sehat
dan disetiap langka mu di sertai Allah swt
amin.

(oleh Yuli Meynar Pratiwi)

16. Si Tua dalam Wadah

Ketika mendung
Awan silam, angin kungkung
Si tua itu masih saja
Mengerang merangrang

Memang manusia
Manusia lelah pada kalah
Manusia gelisah pada kisah
Manusia malu pada waktu
Dan mati pada hati

Sepucuk angin nyiur menyentuh
Ujung cemara yang mengering
Anak-anak ilalang menusuk
Telapak kaki,
mengoyak butir-butir kerinduan

Rindu pada merdu angin sore
Ketika mata mulai menyapa
Kau meredup
Dan aku membuka pijakan baru

(oleh I Gusti Putu Satia Guna)

Kesimpulan :
Dengan adanya puisi diatas, setidaknya kita dapat menyampaikan satu puisi untuk guru kita. Dengan ini tentu guru akan sangat-sangat terharu dan kagum, bahwa perjuangannya mendidik kita tidak sia-sia. Jangan lewatkan bagi kamu yang akan melaksanakan acara perpisahan. Baca dengan nada-nada terbaik, ini akan menjadi suasana menjadi benar-benar terharu. :')

*Jika kamu punya puisi untuk guru, bisa juga dikirimkan ke admin untuk di tampilkan di blog ini. Agar banyak siswa yang semakin tersampaikan akan perasaannya :) Terimakasih.

Share This Article :
Irfanan

Tujuan hidupku? Mendapatkan Ridho Allah dan orangtua. Mohon maaf mohon do'a selalu...

TAMBAHKAN KOMENTAR

7441261847952770074