BLANTERVIO103

Kumpulan Mutiara Hikmah Buya Yahya (Update)

Kumpulan Mutiara Hikmah Buya Yahya (Update)
09 July 2019
Kumpulan Mutiara Hikmah Buya Yahya (Update) - Pertama-tama mari kita doakan guru kita Buya Yahya, semoga senantiasa dalam lingungan Allah, panjang umur dalam keadaan sehat walafiat agar dapat selalu berdakwah kepada masyarakat. Sudah ada banyak untaian-untaian hikmah yang Buya Yahya sampaikan kepada kita, mulai dari melalui taushiyah di majelis, maupun video-video pendek di channel resminya, Al-Bahjah TV.

Di bawah ini adalah kumpulan hikmah Buya Yahya yang akan terus diupdate, jangan lupa untuk dibagikan :)

Kumpulan Mutiara Hikmah Buya Yahya

Mutiara Hikmah Buya Yahya Ke 1
Menata hati agar senantiasa sadar akan kekurangan dirinya akan meredam luapan semangat untuk memperhatikan cela orang lain dengan mata meremehkan. Dan hal itu akan menjadikan dirinya amat berhati-hati dalam melihat cela orang lain. Sebab semua kesalahan yang terjadi pada orang lain bisa saja terjadi pada dirinya sendiri.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 2
Sungguh dusta orang yang menjalin persahabatan akan tetapi merka tidak saling mendoakan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdo’a saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdo’a saat bertemu akan tetapi tidak mudah berdo’a disaat saling berpisah kecuali bagi yang tulus, itulah cinta karena Allah.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 3
Merenunglah sejenak berapa banyak dosa yang kita lakukan bersama hembusan nafas kita, dan sudahkah kita sadari bahwasannya itu adalah dosa, dan sudahkah kita di saat menyadari akan sebuah dosa lalu kita memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan dari Allah. Jujurlah!! pernahkan kita menitikkan air mata karena menyesali dosa?

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 4
Berapa kali permohonan ampun kita panjatkan dalam sehari & berapa kali saat kita meminta ampun di saat itu menyadari jika kita sedang meminta ampun, dan alangkah banyak orang yang hanya memohon ampun dengan lidah sementara hatinya jauh dari rasa takut akan siksa Allah, itulah istighfar yang perlu di istighfari.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 5
Tanda hamba yang dipilih Alloh adalah hamba yang sulit melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikkan. Banyak hamba Alloh yang ia selalu gagal disaat berusaha melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikkan yang tidak direncanakan sekalipun. Itulah pertanda hamba yang dicintai Alloh. Renungilah diri anda!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 6 
Jika seorang hamba begitu berat melakukan kebaikan bahkan di saat direncanakan dengan fasilitas yang cukup sekalipun tetap tidak terwujud. Dan kemaksiatan selalu mengiringi langkahnya biarpun ia berusa menjauh.Itulah pertanda hamba yang di benci oleh Alloh…Mari kita renungi diri kita!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 7
Merenunglah sejenak berapa banyak dosa yang kita lakukan bersama hembusan nafas kita, dan sudahkah kita sadari bahwasannya itu adalah dosa, dan sudahkah kita di saat menyadari akan sebuah dosa lalu kita memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan dari Allah. Jujurlah!! pernahkan kita menitikkan air mata karena menyesali dosa?

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 8
Berapa kali permohonan ampun kita panjatkan dalam sehari & berapa kali saat kita meminta ampun di saat itu menyadari jika kita sedang meminta ampun, dan alangkah banyak orang yang hanya memohon ampun dengan lidah sementara hatinya jauh dari rasa takut akan siksa Allah, itulah istighfar yang perlu di istighfari.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 9
Tanda hamba yang dipilih Alloh adalah hamba yang sulit melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan.Banyak hamba Alloh yang ia slalu gagal di saat berusaha melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan yang tidak di recanakan sekalipun. Itulah pertanda hamba yang di cintai Alloh.Renungilah diri anda!!!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 10
Jika seorang hamba begitu berat melakukan kebaikan bahkan di saat direncanakan dengan fasilitas yang cukup sekalipun tetap tidak terwujud. Dan kemaksiatan selalu mengiringi langkahnya biarpun ia berusa menjauh.Itulah pertanda hamba yang di benci oleh Alloh…Mari kita renungi diri kita!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 11
Pernahkah kita sadari saat ada salah satu dari sahabat atau sanak keluarga kita mengingatkan kita akan sebuah kebenaran atau menegur kita akan kesalahan kita? Jika tiba-tiba kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengannya maka pastikan kalau diri kita adalah orang yang sombong. Sungguh celaka orang yang sombong.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 12
Sahabat anda adalah orang yang di saat anda melakukan kesalahan ia amat bersemangat untuk mengingatkan anda.Orang yang mengaku sebagai sahabat anda akan tetapi tidak pernah mengingatkan anda disaat anda salah,sungguh ia adalah musuh yang menyamar menjadi sahabat. Ia hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya dan tidak menginginkan kebaikan untuk anda.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 13
Jika anda melihat banyak orang fakir di sekitar anda itu bukan karna Alloh tidak bisa mecukupi mereka. Akan tetapi itu itu karna Allah ingin mengangkat anda dengan bantuan anda kepada mereka.Maka bantulah mereka dengan penuh penghargaan pada mereka.Karena mereka anda mulya. Dan yang anda berikan pada mereka tidak sebanding dengan yang Alloh berikan pada anda.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 14
Hanya kebodohan yang menjadikan seseorang itu sombong.Bermula dari air mani yang hina dan akhirnya menjadi bangkai yang busuk ,disaat hiduppun kemana-mana di perutnya tersimpan sesuatu yang busuk yang harus dibuang dengan kondisi busuk.Keringat mengucurpun menjijikkan.Yang biasa dengan baju bermerek akhirnyapun mengenakan kain kafan,baju seragam si fakir dan si kaya.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 15
Yang berbangga dengan dunia ,ia akan capek menjadi budaknya.Pada akhirnya harus di tinggalkanya.Mobil mewah rumah megah hanya cerita singkat ,saat tutup usia semua di tinggal ,bahkan sanak saudarapun tidak mengizinkan tuk bertahan,sebelum 3 hari harus sudah di keluarkan dari rumah. Berbanggalah dengan akhirat! Jadikan dunia ini ladang amal tuk akhirat!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 16
Sungguh dusta orang yang menjalin persahabatan akan tetapi mereka tidak saling mendoakan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdoa saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdoa saat bertemu akan tetapi tidak mudah berdoa disaat saling berpisah kecuali bagi yang tulus, itulah cinta karena Alloh.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 17
Silaturahmi adalah bertemunya hati dalam cinta karena Alloh bukan sekedar bertemunya jasad. Jika harus ada pertemuan jasad itu adalah untuk mempertemukan hati. Bertemunya hati di tandai dengan panjatan doa saat berpisah.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 18
Siaturahmi jasad yang tidak di barengi silaturahmi hati hanya akan tambah merusak hati. Alangkah banyak orang bersilaturahmi jasad dan disaat berpisah justru mendapatkan bahan baru untuk menggunjing, menbenci dan mendengkinya buah dari yang di lihat saat bertemu.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 19
Jika suatu saat anda berfikir bagaimana meningkatkan ibadah itu adalah kemajuan. Dan setelah itu akan menjadi kemunduran jika anda tidak berfikir bagaimana mengurangi kemaksiatan. Alangkah banyaknya orang tertipu dengan ibadahnya hingga ia lalai akan segala dosanya.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 20
Mengingat dosa serta menyesalinya lebih menghidupkan hati dari pada memperbanyak amal kebaikan tanpa merenungi dosa. Alangkah banyaknya orang beribadah dengan sesuatu yang haram tanpa ia sadari. Ia merasa mendapat ridho dari Allah padahal ia di murkahi oleh Allah.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 21
Hati yang bersih akan bisa melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat sekalipun dan hati yang kotor akan mudah melihat kejelekan orang lain yang tidak pernah ada. Orang lain adalah cermin bagi hati anda, jika hati anda selalu melihat kejelekan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itu artinya hati anda kotor dan jika hati anda selalu melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itulah tanda kebersihan hati anda.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 22 
Sebaik-baik guru adalah sahabat anda sebaik-baik sahabat adalah guru anda. Sungguh rugi jika anda bersahabat dengan orang yang tidak pernah menjadi guru anda menuju kemuliaan. Dan sungguh sia-sia berguru kepada orang yang tidak menjadi sahabat dalam menuju kemuliaan. Maka jangan bersahabat dengan orang yang tidak bisa menjadi guru bagi anda.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 23
Sudahkah anda sadari satu hembusan nafas yang anda hembuskan adalah berkurangnya kesempatan anda untuk memohon ampun dan beramal baik dan sekaligus semakin dekat langkah pasti anda menuju kematian, maka jangan hembuskan nafas anda kecuali anda barengi dengan penyesalan akan segala dosa dan meningkatkan ketaatan untuk menggapai kebahagiaan setelah tidak ada nafas lagi yang anda hembuskan.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 24
Kematian adalah sesuatu yang kedatangannya sangat diyakini oleh semua manusia akan tetapi perilaku manusia seperti orang yang tidak percaya akan kehadiranya. Banyaknya terjadi kedholiman kepada sesama atau kemaksiatan kepada Alloh adalah karena seseorang lupa kematian. Sungguh senantiasa mengingat kematian akan menghantarkan seorang hamba untuk semakin khusuk kepada Alloh dan semakin indah dengan sesama..

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 25
Hakekat menjalankan sunnah Nabi bukanlah sekedar membawa anggota tubuh untuk mengikuti pesan dan prilaku Rosululloh akan tetapi hadirnya beliau di hati saat kita menjalankan sunnah itulah hakekat. Alangkah banyaknya orang menjalankan sunnah Nabi namun yang di ingat adalah kalimat hadits yang di bukukan atau di ucapkan dan bukan Rosululloh yang hadir dihatinya.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 26 
Sangat benar jika kita terheran saat melihat seorang ibu dan bapak menyuapi bayinya dengan kotoran. Akan tetapi pernahkah kita benar-benar merasa terheran saat ada seorang ibu atau bapak memberi makan anaknya dari sesuatu yang haram?Atau mungkin kita sendiri yang melakukanya? Jika kita belum bisa terheran maka kita adalah manusi aneh yang mengherankan. Sebab sesuatu yang haram adalah sangat kotor di hadapan Alloh.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 27 
Sungguh beruntung yang menyadari masa depan anaknya yang sesungguhnya adalah saat setelah mereka meninggal. Akan tetapi alangkahnya banyaknya orang tua yang hanya berfikir untuk kehidupan anaknya saat didunia dan lalai akan bekal akhiratnya. Mari kita Tanya diri kita sendiri dimana anak kita sekolah dengan siapa berteman dan menikah,bekerja dan tinggal dimana,apa yang ia baca dan ia lihat dan seterusnya….???

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 28
Tidak ada dosa besar bagi orang yang menyesalinya begitu sebaliknya tidak ada dosa kecil bagi orang yang meremehkannya.Meremehkan dosa adalah merendahkan Allah itulah yang menjadikan dosa menjadi besar.Tidak ada yang melakukan dosa besar kecuali karena dimulai dari meremehkan dosa kecil. Yang tidak pernah menyesali dosa kecil akan mudah terjerumus dalam dosa besar.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 29
Kerakusan adalah kefaqiran tersembunyi. Kerakusan amat menyiksa orang yang kaya sekalipun. Sungguh Kepuasan dalam dunia(harta dan tahta) bukan saat terpenuhinya harap akan tetapi saat tidak adanya keinginan.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 30
Hakekat kekayaan bukanlah disaat melimpahnya harta akan tetapi karunia yang disambut hati dengan penuh rasa syukur. Hakekat kekayaan bukanlah di saat kita mendapatkan harta melimpah akan tetapi disaat hati kita tidak menginginkannya. Itulah kaya hati yang membebaskan sifaqir sekalipun dari dibelenggu rasa miskin dan kekurangan.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 31
Jika saat kita mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan lalu ia tidak segera faham dan saat itupun kita berkata kalau ia dungu. Atau setelah ia faham namun masih kukuh untuk melakukanya lalu kita berkata kalu dia keras hati dan keras kepala. Akan tetapi pernahkah kita menyadari saat kita di diingatkan kadang kalau kita tidak dungu kitapun jadi keras kepala?Sungguh kita amat butuh keinsyafanakan akan diri kita!!

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 32
Sebuah perjalanan pendek namun disinilah perjalanan yang panjang (akhirat)kita rintis dan bangun. Yang tidak sabar membangun masa depan yang panjang disaat yang sebentar ini akan menuai kesengsaraan yang amat panjang. Sungguh perjalanan kita di dunia ini sangat singkat, kita yang masih bisa mengingat masa kanak-kanak dan remaja saat inipun tanpa terasa kita sudah mendekati masa purna.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 33
Kita sering tanpa sadar mengukur kebaikan adalah apa yang di suka hawa nafsu kita. Hingga kebaikan haqiqi yang ditawarkan oleh Alloh kepada kita melalaui hamba-hambanya sering tidak kita indahkan. Bahkan kadang kita menolak dan marah kepada hamba tersebut. Itulah kedunguan yang lahir dari mengikuti hawa nafsu. Maka sadarilah berapa banyak orang yang telah datang kepada kita dengan membawa kebaikan lalu kita tolak. Dan alangkah seringnya kita menjadi dungu.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 34
Mana yang akan dipilih oleh seorang hamba yang sadar disaat melakukan kemaksiatan. Ia bermaksiat dengan mudah karena ia merasa bahwa Alloh tidak melihatnya atau ia bermaksiat dan ia yakin jika Alloh melihatnya? Jika ia pilih yang pertama maka ia telah kafir dan jika ia pilih yang kedua ia telah kurang ajar kepada Alloh.Merenungi dan menginsyafi makna inilah yang akan mengurangi kemaksiatan.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 35
Jika ingin bersedekah atau berbuat baik jangan kita melihat apa yang kita miliki dan bisa kita lakukan. Akan tetapi lihatlah kemahakayaan Alloh dan kemahakuasaan Alloh yang tidak berbatas.Itulah yang menumbuhkan kesadaran bersedekah dan berbuat baik.Membawa si fakir dan silemah untuk sanantiasa memohon dan membawa sikaya dan yang mampu untuk berbuat .

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 36
Kesungguhan seseorang dalam mengharap ditandai kesungguhanya dalam berusaha menggapai. Yang berharap tanpa berusaha adalah orang yang tidak punya harapan.Yang tidak punya harapan adalahorang yang tidak punya masa depan ia telah mati sebelum kematian.Dusta orang yang mengharap ridho Alloh namun tidak berusaha menjauhi maksiat dan memperbanyak ketaatan.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 43
Kita perlu kesadaran! Sadar kemana tujuan kita, sadar bagaimana agar sampai tujuan, sadar kendala yang menghambat untuk sampai tujuan. Sadar tempat yang dituju namun tidak mengerti bagaimana menuju akan sulit sampai tujuan. Sadar tujuan dan mengerti bagaimana cara menuju, akan tetapi tidak sadar kendala dan penghambatnya bisa terhenti dan tidak sampai tujuan. Jika engkau menuju ridho Allah, sudahkah engkau pahami jalan serta cara menempuhnya? Sudahkan engkau kenali hambatannya?

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 44
Jika engkau haus, pergi dan ambilah seteguk air lalu minum. Sungguh mengherankan orang haus tidak mau mencari air. Lebih mengherankan lagi sudah ada air dihadapannya namun tidak meminumnya. Jika engkau orang beriman, apa yang engkau rindukan dan sejauh mana usahamu untuk menggapai kerinduanmu?

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 45
Ada saat engkau tersungkur. Itu karena engkau ingin bangkit. Terus bangkit dan maju dan jangan takut tersungkur. Karena engkau tidak pernah bercita-cita untuk runtuh dan tertinggal.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 46
Seseorang bisa bersalah dan akan berakhir dengan bertaubat. Akan tetapi, bencana yang amat besar adalah jika seseorang bersalah namun tidak segera sadar kalau ia bersalah. Lebih celaka lagi adalah saat ia sadar, akan tetapi tetap terus dengan kesalahannya.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 47
Jika engkau tidak tulus kepada Allah dan saudaramu, maka engkau telah berkhianat. Ketulusanmu kepada Allah adalah saat engkau bisa menyembunyikan kebaikanmu dari mata manusia. Ketulusanmu kepada saudaramu adalah saat engkau bisa menyembunyikan kekurangannya dari mata manusia.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 48
Saat engkau penuhi pandanganmu dengan kekurangan saudaramu, maka matamu pun tidak akan bisa melihat kebaikannya. Disaat engkau tidak bisa melihat kebaikan seseorang, engkau pun tidak bisa bersyukur kepadanya. Saat engkau tidak bersyukur kepadanya, engkau pun telah tidak bersyukur kepada Allah.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 49
Agar hatimu selalu tenteram dan rela dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah, ingat disana ada orang yang merindukan keadaan seperti dirimu karena begitu berat cobaan dan ujian mereka dibanding dengan yang engkau terima. Jika engkau sakit, disana ada orang sakit yang lebih parah dari dirimu. Jika engkau faqir disana ada orang lebih faqir dari dirimu.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 50
Saat engkau merasa capek dan lelah dengan ujian yang Allah berikan kepadamu, itu pertanda kalau engkau semakin jauh dari pertolongan-Nya.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 51
Keberhasilanmu dalam memerangi hawa nafsu dan kesombonganmu adalah disaat dirimu lebih rindu untuk mengetahui kekuranganmu daripada kelebihanmu dan lebih senang saat dirimu ditegur daripada saat disanjung.

Mutiara Hikmah Buya yahya Ke 52
Saat dirimu malas menyebut namaNya, sadarilah bahwa saat itu Allah SWT berpaling darimu. Saat engkau malas bersholawat (kepada Nabi SAW), sadarilah bahwa saat itu Allah SWT menjauhkan dirimu dari Hamba TerkasihNya.

===

Untuk jadwal update tergantung dari guru kita Buya Yahya yang membuat untaian hikmah. :) Silakan bagikan.


Share This Article :
Irfanan

Tujuan hidupku? Mendapatkan Ridho Allah dan orangtua. Mohon maaf mohon do'a selalu...

TAMBAHKAN KOMENTAR

7441261847952770074